Bagaimana Cara Memulai Bisnis dalam 30 Hari

Bagaimana Cara Memulai Bisnis dalam 30 Hari

Originally published in:

Bisnis telah berubah. Kehadiran Internet kini merealisasika ide bisnis bisa lebih cepat dan mudah daripada sebelumnya. Kini anda tidak perlu lagi mengeluarkan dana yang besar untuk staff, promosi dan barang-barang lainnya. Anda bahkan bisa memulai sesuatu dalam waktu 30 hari tanpa keluar dari pekerjaan Anda dan memasarkannya secara online. Cukup ikuti 5 langkah ini untuk mewujudkannya.

1. Temukan Ide ‘Jagoan’ Anda

Ingin mengetahui apakah ide bisnis Anda akan berhasil? Maka cek-lah jawaban Anda lewat tiga pertanyaan, apakah hasilya “Ya”?

  • Apakah ide ini membuat Anda ‘excicting’?
  • Apa Anda membawa sesuatu pada ide ini, selain ide itu sendiri? (misal; skill, pengetahuan dan bakat)
  • Apakah ada ‘demand’ pada jenis Bisnis ini? Jika tidak ada kompetisi, boleh jadi justru tidak ada demand pada ide bisnis tersebut

2. Mulai lakukan diawali dengan versi Minimumnya

Anda tidak perlu rencana 5 tahun. Lakukan apa yang startup lakukan, yaitu buatlah sebuah produk dengan hasil se-minimum mungkin. Versi paling kecil dari ide Bisnis Anda yang bisa diterapkan pada Dunia, sehingga Anda bisa mencoba apakah orang-orang menyukainya?

Lalu apa yang bisa Anda lakukan dalam 30 hari? Dapatkan klien pertama Anda, bahkan gratis sekalipun. Buatlah produk pertama Anda. Apakah orang-orang menyukainya? Jika ya, lakukan lagi sembari besarkan dan baguskan. Namun jika orang-orang tidak meresponnya, jangan tinggalkan ide tersebut semuanya. Lihatlah apakah ada celah untuk perbaikan sehingga produk Anda hadir lebih baik.

Menurut Anda 30 hari tidak cukup? Mark Zuckerberg pendiri Facebook menulis versi pertama facebook dalam 30 hari, dan seseorang di luar sana sudah berhasil mendapatkan klien. Mereka memulainya dengan kecil lalu mengembangkannya.

3. “Super-niche”

Sangatlah sulit untuk datang ke market yang crowded melawan kompetitor yang lebih berpengalaman. Solusinya, adalah “Superniche”, fokus pada permasalahan sekelompok kecil orang atau organisasi atau buatlah produk atau jasa yang unggul pada satu hal saja. Kerelaan melepaskan beberapa target orang, akan menghadirkan target buyer yang tepat untuk Bisnis Anda.

4. Dapatkan Customer Pertama Anda

Lewatkan logo yang keren dan website yang Pro. Fokuskan diri Anda untuk mendapatkan klien pertama pada Bisnis Anda. Jika Anda bisa mendapatkannya, ada kemungkinan besar Anda juga bisa mendapatkan 10, 100 lalu bisnis Anda akan berjalan.

Namun jika seandainya Anda perlu website, buatlah satu halaman penuh yang mendeskripsikan produk atau jasa apa yang Anda tawarkan selama 1 atau 2 jam. Selanjutnya, pikirkan bagaimana bisa mendatangkan traffic ke website Anda. Menangkan klien pertama Anda lewat jaringan Anda sendiri, social-media Anda, lingkaran bisnis, kolega, teman sekolah, teman kuliah, lalu jelaskan value yang Anda tawarkan untuk mendapatkan sales pertama Anda.

5. Lakukan Rencana Bisnis “Belakang-Amplop”

Lupakan menulis business plan yang rumit. Jika Anda mengikuti panduan ini untuk memulai Bisnis sederhana Anda, maka tidak perlu rumit, meski diperlukan hitung-hitungan kasar. Berapa target pendapatan bulanan Anda? Dengan fee yang Anda tetapkan untuk satu layanan jasa Bisnis Anda, siapakah yang Anda target? Bagi angka tersebut dengan 52, maka itulah angka rasional sales yang bisa Anda dapatkan. Perlu diingat, Anda perlu suatu cara untuk dapat meningkatkan biaya service Anda kedepannya.

Berapa angka minimal yang Anda butuhkan untuk bertahan hidup? Jika Anda bisa mencapainya lewat bisnis baru Anda, maka mungkin Anda bisa resign dari pekerjaan Anda.

Advertisements
15 Tips Bisnis yang Perlu diketahui Semua Entrepreneur

15 Tips Bisnis yang Perlu diketahui Semua Entrepreneur

Originally published in;

Permasalahan terbesar dari seorang founder dan pemilik Bisnis kecil ataupun Bisnis Online gratis sekalipun adalah bahwa keahlian yang mereka miliki, memiliki dampak kecil terhadap efektivitas Bisnis yang akan mereka bangun. Hal itu yang biasanya bisa menjegal mereka, lebih cepat atau lebih lambat.

Jangan biarkan ini menerpa Anda. Mau mengakui bahwa ada bidang-bidang yang anda tidak kuasai bisa memperbaiki efektivitas Bisnis kedepannya.

Dimulai dengan 15 tips berikut ini, Anda dan bisnis anda bisa keluar dari jebakan ‘Air Panas’. Beberapa tips dibawah ini cukup ‘menohok’, beberapa bertolak-belakang dari kebiasaan. Tapi semua itu benar, dan suatu hari mungkin bisa menyelamatkan bisnis Anda.

1. Selalu pastikan Ada uang ‘Cash’ di Tabungan Bisnis Anda

Titik. Terlalu sering sebuah bisnis gagal, karena habisnya uang cash yang dimiliki. Jika Anda tahu, anda memiliki permasalahan cash-flow, perbaiki sekarang juga!

2. Anda tidak bisa memecat Pegawai yang Buruk terlalu cepat

Anda sungguh tidak bisa. Hal ini untuk memastikan bahwa prblemnya ada pada mereka, bukan Anda. (lihat tips berikutnya)

3. Permasalahannya, mungkin saja Anda

Saat seorang Manager muda menjabat, Perusahaan mengirimkan mereka semua pada training berkualitas selama seminggu, dimana konsep paling penting diajarkan bahwa 90% permasalahan ada pada manajemen. Ketika ada salah satu hal yang tidak beres, seger alihat pihak manajemen untuk mencari jawaban.

4. Perhatikan Pegawai Terbaik Anda

Ini berlaku bagi semua perusahaan, besar dan kecil. Mengetahui biaya kehilangan pegawai Terbaik atau ‘stars’ sangatlah besar, sangat disayangkan perusahaan tidak meluangkan banyak waktu untuk memastikan mereka termotivasi, tertantang dan mendapatkan kompensasi yang cukup

5. Team Anda bukanlah ‘Anak Anda’, atau bahkan asisten Pribadi

Jika anda memperlakukannya dengan cara ‘abusive’, Anda akan menyesali dengan segera. Jelas!?

6. Belajar untuk katakan “Ya” dan “No” sebanyak-banyaknya

Dua kata yang paling penting seorang Business Owner dan Founder saat dibutuhkan keputusannya adalah “ya” dan “tidak”. Belajarlah untuk mengatakan kata tersebut seringkali. Ini dilakukan agar pendirian Perusahaan dipandang jelas oleh team, tidak asal “semuanya Iya”.

7. Dengarkanlah Customer anda

Sangat menyedihkan saat melihat banyak entrepreneur kurang menghargai customer mereka. Karena seharusnya penilaian dan sebuah feedback dari mereka sangatlah penting.

8. Belajar 2 kata; Meritocracy dan Nepotism

Pertama adalah bagaimana Anda menjalankan sebuah Organisasi – dengan menyadari, menghargai dan mengkompensasi berdasarkan ‘ability’ dan pencapaian. Kedua, adalah larangan menjalan sebuah Organisasi – yaitu dengan bermain ‘favorite’ dan menjadi bias.

9. Tahu kapan Anda tidak perlu menjadi Transparant

Transparansi menjadi berguna saat dipakai di tempat yang benar dan perlu. Info-info yang tidak perlu disampaikan kepada pihak lain, baiknya disimpan agar tidak ‘gaduh’. Untuk hal ini, perlu pengalaman.

10. Percaya ‘Feeling’ atau ‘Kata Hatimu’

Kalimat ini seringkali menjadi retorika belaka, padahal ini bisa menjadi alat penentu-keputusan yang berharga. Kita sering dengan retoris berkata; “Ah, saya itu ide yang Buruk”. Belajarlah mengakses ‘Kata Hati’ tersebut disaat yang dibutuhkan. Duduk diam, dan dengarkan dirimu.

11. Jaga dan pertahankan Intellectual Property

Kebanyakan dari kita tidak paham antara copyright, trademark, trade secret’ dan ‘patent’. Ini tidak boleh terjadi. Jika anda tidak bisa mempertahankan properti intelektual, anda akan kehilangan kemampuan kompetitif Anda.

12. Belajar untuk Membaca & Menulis Deal yang Efektif

Sesuai dengan istilah “Pagar yang baik, menghadirkan Tetangga yang baik”, makin efektif perjanjian Anda dengan partner bisnis, maka hubungan anda akan terus baik dengan meerka

13. Jalankan Bisnis Anda seperti Bisnis

Terlalu banyak seorang Entrepreneurs menjalankan Bisnis Anda seperti perpanjangan dari keuangan pribadi Anda, jangan lakukan itu! Ide buruk, ide yang sangat burul. Membangun Bisnis yang baik memerlukan pemisahan antara kehidupan pribadi Anda dengan Bisnis Anda.

14. Ketahui Keuangan Anda Keluar-Masuk

Jika Anda tidak mengetahui seberapa besar keuntungan, pengeluaran, kebutuhan modal, hutang, arus kas, dan lain-lain. Maka anda sedang mencari masalah sebagai seorang Business Owner.

15. Anda tidak Mengetahui apa yang tidak Anda Ketahui

Perasaan malu adalah perasaan yang powerfull bagi seorang leader Business, dan itu berlaku bagi setiap pemilik bisnis baru maupun lama. Ke depannya, Anda akan menyadari bahwa merasa mengetahui semuanya akan merugikan Anda.

Dibelakang setiap perusahaan ada rasa disfungsional, delusional, atau pemimpin Bisnis yang inkompeten. Hal Ironi adalah, tidak ada diantara mereka yang menyadari hal tersebut sebelum semua sudah terjadi.

Jangan menjadi salah satu leader tersebut ya 😉